image

Human Resource (HR)

Public Training

Human Resource Development adalah Divisi Sumber Daya Manusia, memiliki peran yang sangat penting untuk membantu mengembangkan segala sumber daya yang ada di dalam setiap manusia.

Pengelolaan yang berada di bawah wewenang HRD biasanya ruang lingkupnya meliputi perencanaan dan pengembangan SDM, proses seleksi rekrutmen, dan penentuan gaji. Selain itu, HRD juga mengatur kompensasi serta manajemen kerja, hingga menumbuhkan hubungan kerja antar karyawan. Singkatnya pekerjaan HRD adalah sebagai pihak yang berhubungan secara langsung kepada seluruh pegawai baik yang telah, ataupun akan bekerja di sebuah perusahaan.

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT SERIES

Berikut ini merupakan program – program yang ada pada Bale Training yang masuk ke dalam Human Resource Development Series:

Competency Based Interview

Melakukan wawancara dalam rangka merekrut calon karyawan , mungkin sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para manager / supervisor . Ketrampilan wawancara harus dimiliki tidak hanya oleh para pengelola bidang HRD, namun juga pimpinan / manager lainnya . Mengapa ? Karena mereka perlu mengenal secara langsung calon karyawan yang akan dipimpinnya. Apakah para manager sudah melakukan praketk wawancara dengan tepat ? Sehingga diperoleh karyawan dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntunan uraian jabatan / job description ?
Jangan sampai waktu yang digunakan untuk melakukan wawancara calon karyawan menjadi tidak efektif karena wawancara tidak menggunakan metode yang tepat. Apa maksudnya ? Wawancara yang dilakukan tidak memiliki konsep dan struktur yang mengaraha kepada penggalian kompetensi calon karyawan tersebut. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara lebih banyak menyangkut hal yang bersifat pribadi , tanpa menggali informasi atas kompetensi yang dimiliki calon karyawan.
Dalam wawancara berbasis kompetensi , proses wawancara akan berpusat kepada penggalian informasi atas kompetensi calon karyawan (terutama “soft competency / behavior”) , berdasarkan pengalaman yang dilaluinya. Metode yang dilakukan disebut dengan “STAR” , yaitu merupakan aktronim dari :
S : Situation
T : Task
A : Action
R : Result

Dalam metode ini , seluruh yang pertanyaan telah disiapkan oleh pewawancara, mengacu kepada keempat aspek tersebut. Artinya, calon karyawan diminta untuk menceritakan pengalamannya secara spesifik dalam suatu aktivitas / kegiatan tertentu, sehingga peawancara dapat menggali lebih dalam perilaku apa yang pernah dilakukan oleh calon karyawan di masa lalu.
Dalam konsep wawancara berbasis komptensi ini, berlaku prinsip : “ Past behavior predict future behavior” (Perilaku yang dilakukan di masa lalu, merupakan prediksi atas perilaku di masa yang kan datang).

MANFAAT PELATIHAN

1. Tingkat akurasi yang tinggi dalam menilai tepat atau tidaknya seseorang ditempatkan pada pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan potensi yang dimiliki.
2. Mencegah interviewer melakukan penilaian sesaat terhadap calon tenaga kerja hanya dengan melihat penampilan dan karakteristik luarnya saja.
3. Digunakan untuk membuat struktur atas kisaran penuh penilaian dan teknik-teknik pengembangan yang meliputi lembaran aplikasi, wawancara, proses penilaian dan ratingnya.
4. Digunakan untuk menspesifakasi keterampilan dan karakteristik tertentu serta rencana pengembangan yang dapat dijadikan target sasaran terhadap area yang perlu dikembangkan.
5. Kompetensi mampu menyediakan suatu gambaran ringkas mengenai arah pengendalian bisnis serta perilaku dan tindakan-tindakan yang diperlukan.

*) Cat. Peserta membawa CV masing-masing sebagai bahan untuk latihan wawancara

MATERI PELATIHAN
1. Prinsip dasar dalam proses rekruitmen dan seleksi
2. Konsep Kompetensi dan “codable information”
3. Latihan : identifikasi kompetensi
4. Desain proses rekruitmen dan wawancara berbasis kompetensi
a. Proses penyaringan awal (Merancang struktur formulir aplikasi)
b. Wawancara berbasis kompetensi
c. Penilaian Hasil Wawancara
d. Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
5. Metode STAR dalam wawancara berbasis kompetensi
6. Latihan awal wawancara berbasis kompetensi
7. Latihan wawancara berbasis kompetensi : kejadian spesifik
8. Latihan wawancara berbasis kompetensi : pertanyaan terfokus
9. Latihan melakukan penilaian dan evaluasi hasil wawancara

Dalam pelatihan ini peserta akan terlibat untuk bermain peran (role) play, terutama sebagai pewawancara (interviewer). Peserta akan terlibat dalam diskusi yang interaktif satu sama lain, sehingga dapat saling memberikan masukan. Tujuannya adalah agar dapat memahami dan menghayati lebih dalam kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat menjadi pewawancara yang baik.

PESERTA
Semua Praktisi HR yang berkecimpung didunia HR dan Recruitment

DURASI
2 hari Pelatihan @ 7 Jam
Workshop akan diadakan pada :
Tanggal:
27 – 28 Juni 2022
22 – 23 Agustus 2022
26 – 27 Oktober 2022
01 – 02 Desember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.
Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com

Managing HR for Beginner

Mengelola HR adalah gampang-gampang susah, diperlukan knowledge & skill yang memadai.. Bagi seorang pemula, mengelola HR yang baik akan mempertaruhkan karir masa depannya. Karena itulah, seorang pemula harus terus-menerus meningkatkan knowledge & skill-nya, minimal butuh waktu 3 tahun (lihat buku Prof. Dr.. Bennett Silalahi, PhD, Corporate culture & Performance Appraisal). 10-14 bulan awal tahap belajar atau tahu, kemudian 8-10 bulan internalisasi, 6-8 bulan cakap & tangkas, 4-6 bulan mahir. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, pemula HR harus mampu menyerap semua hal yang dibutuhkan. Harapannya setelah 3 tahun, dia mampu berfikir dan bertindak layaknya praktisi HR yang profesional.
Dalam Workshop ini, praktisi HR pemula akan dibekali point-point penting dalam mengelola HR dan diberikan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab seorang HR
Praktisi HR Indonesia dibekali tentang pemahaman dasar, pemahaman yang bersifat filosofis, pemahaman yang sangat penting dimiliki oleh semua peserta. Pemahaman yang akan membuka mata dan hati semua peserta bahwa HR itu penting, HR itu strategic, HR itu sebagai internal consultant bagi pengusaha. HR adalah bagian terpenting dalam semua proses bisnis. Pemahaman dasar yang wajib dimiliki oleh semua praktisi HR di seluruh Indonesia.
Dalam dua hari seluruh peserta akan belajar tentang semua aspek HR mulai dari HR Planning, Recruitment & Selection, Compensation & Benefit, Performance Management, Training & Development dan Industrial Relation.

MATERI PELATIHAN
1. Framework of HR
2. Tugas dan Tanggung Jawab HR
3. Pentingnya visi misi bagi HR
4. Mengelola hubungan industrial
5. Managing Staffing :
a. Recruitment
b. Selection
c. Placement
6. Managing Performance
a. KPI dan Seting target
b. Performance review
c. Performance appraisal
7. Training and Development
a. Managing Training : Training Need Analysis, Training Gap Analysis, Training Evaluation
b. Managing Developing Careers
8. Managing Compensation
a. Designing and administering Compensation: Job analysis, evaluation, grading, salary design
9. Kebijakan-kebijakan program HR

SIAPA YANG HARUS HADIR?
Semua Praktisi HR pemula yang berkecimpung didunia HR dibawah 3 tahun

DURASI
2 hari Pelatihan @ 7 Jam
Workshop akan diadakan pada :
12 – 13 Juli 2022
06 – 07 September2022
29 – 30 Nopember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.
Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com

Mengelola Sistem Manajemen Kinerja Karyawan/ Employee Performance Management System

“ Dialog dengan karyawan mengenai proses penilaian kerja karyawan cukup dilakukan sekali dalan setahun”
“ Karyawan tidak memahami aspek apa saja yang menjadi faktor penilaian kinerja oleh atasannya “
“ Masing-masing atasan melakukan penilaian kinerja dengan cara / pola nya , tidak ada panduan umum dari perusahaan”

Apakah kondisi tersebut sesuai dengan apa yang dialami oleh perusahaan anda ?
Apakah kondisi di atas tepat disebut sebagai manajemen kinerja ? ataukah merupakan penilaian kinerja ?

Menilai kinerja karyawan, sejatinya memang merupakan tugas seorang atasan . Namun, apakah prosesnya cukup dengan setahun sekali ? Kalau penilaian kinerja berlangsung setahun sekali, apakah berarti monitoring dan evaluasi kerja dari atasan juga cukup setahun sekali ?
Manajemen perusahaan tentunya menginginkan setiap individu karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan secara umum. Bagaimana mengaitkan kedua hal tersebut agar senantiasa bisa berjalan dengan baik di perusahaan ?
Manajemen tentunya tidak ingin , setelah penilaian kinerja dilakukan, ternyata para karyawannya merasa tidak puas , karena banyak hal , misalnya : mereka tidak pernah diberi tahu aspek apa saja yang menjadi indikator penilaian ; selama setahun bekerja, mereka tidak pernah diberikan evaluasi secara berkala oleh atasan masing – masing ; mereka merasa bahwa setiap atasan memiliki cara penilaian yang berbeda-beda, tergantung “selera” atasan ; atau ada juga yang menganggap bahwa saat penilaian kinerja dilakukan, lebih sekedar “basa-basi” atasan kepada bawahan , tanpa ada proses evaluasi yang konkret terhadap kinerja bawahan.
Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi di perusahaan kita. Setiap manajemen perusahaan yang ingin motivasi karyawannya terpelihara dengan baik demi meningkatkan kinerja perusahaan, maka pertanyaan di atas tentang bagaimana mengkaitkan kedua hal tersebut, menjadi sangat penting untuk dijawab.
Mengelola sistem manajemen kinerja yang baik, terpadu dan sesuai dengan visi , misi dan value perusahaan, merupakan sebuah proses yang sangat mutlak diperlukan oleh perusahaan, untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas.
Tugas tersebut, bukan hanya harus dikuasai oleh para penanggung jawaba SDM di perusahaan. Mengapa ? Karena dalam hal ini, setiap atasan , minimal level supervisor , memiliki peranan penting untuk mengelola sistem manajemen kinerja yang baik. Mereka memiliki bawahan yang mereka beri tugas dan peran untuk melaksanakan perkejaan tertentu. Untuk itu, level supervisor, hingga jabatan tertinggi di perusahaan , perlu memaham bagaimana mengelola sistem manajemen kinerja dengan baik.

MANFAAT PROGRAM INI :

1. Memberikan pemahaman secara terpadu mengenai fungsi dan peran seluruh atasan terkait dengan mengelola sistem manajemen kinerja karyawan (SMKK)
2. Mendorong atasan untuk melaksakan SMKK secara baik dan tepat sasaran, sehingga meningkatkan motivasi dan kompetensi karyawan
3. Dengan terlaksananya SMKK secara baik , maka akan dapat meningkatkan kinerja karyawan dan kinerja perusahaan
4. Mencegah pengelolaan manajemen kinerja karyawan yang menimbulkan

MATERI PELATIHAN
1. Prinsip dasar dan rumusan model dalam membangun sistem manajemen kinerja karyawan (SMKK)
2. Syarat dan unsur utama dalam membangun SMKK
3. Perbedaan mendasar antara manajemen kinerja dan penilaian kinerja
4. Menentukan Key Result Area / Critical Success Factor
5. Siklus SMKK
a. Performance agreement
b. Performance development planning
c. Performance execution (responsibility of employee and manager/ supervisor)
d. Performance review (incl assessment, reward & punishment)
6. Kerangka pengembangan SMKK
7. Aspek kompetensi dalam SMKK
8. Aspek KPI (Key Performance Indicator) dalam SMKK
9. Simulasi beberapa contoh penerapan SMKK sesuai dengan peran masing-masing

DURASI :
2 hari ( 09.00 – 16.00)

Workshop akan diadakan pada :
Tanggal:
29 – 30 Juni 2022
24 – 25 Agustus 2022
04 – 05 Oktober 2022
08 – 09 Desember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.
Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com

Kiat Praktis Menyusun Analisa Beban Kerja dan Perencanaan Tenaga Kerja

Banyak perusahaan saat ini yang memberi perhatian khusus pada efisiensi, efektivitas dan produktivitas. Karena dari ketiga hal tersebut perusahaan dapat melihat penggunaan optimal dari sumber daya yang dimiliki serta pencapaiannya terhadap target yang diinginkan perusahaan. Pelatihan yang dilakukan di BALE TRAINING ini menitik beratkan pada peningkatan efisiensi dalam bidang sumber daya manusia yang berkaitan dengan aktivitas kerja dan waktu yang dibutuhkan karyawan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Metode yang dipakai adalah Work Load Analysis yaitu gambaran deskriptif dari beban kerja yang dibutuhkan dalam satu unit organisai. Metode ini memberikan informasi tentang alokasi sumber daya karyawan untuk menyelesaikan beban kerja.
Dari semua uraian pemikiran sebagaimana tersebut di atas, tersirat makna bahwa dalam melaksanakan analis beban kerja diperlukan hal-hal sebagai berikut:

1. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan
2. Menetapkan jumlah jam kerja per hari
3. Adanya satuan hasil
4. Waktu penyelesaian dari tugas-tugas/produk
5. Adanya standar waktu kerja
6. Adanya beban kerja yang akan diukur
7. Perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan

Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Pelatihan ini akan membantu perusahaan Anda untuk :
 Untuk peramalan/proyeksi terhadap kebutuhan tenaga kerja untuk periode tertentu.
 Melakukan analisa terhadap kemampuan tenaga kerja yang sekarang.
 Memenuhi kebutuhan yang akan datang. Memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengurangan karyawan atau penyesuaian lewat transfer intern atau ekspansi atau Man Power Planning.
Mampu membangun mindset of success dalam bekerja.

MATERI PELATIHAN
1. Definisi Workload
2. Manfaat Workload Analysis
3. Pengelolaan SDM
4. Apa yang dikerjakan HR
5. HR Strategic
6. Integrating Human Capital to Organizational Strategy
7. Tuntutan Tata Kelola SDM
8. Bagaimana Menghitung FTE
9. Efficient VS Effective
10. Process Base
11. Process Assessment Base Activity
12. Effective Working
13. Proses Assesmen Process Base
14. Benefit dari Improvement
15. Underload
16. Overload
17. Recruitment
18. Workforce Planning

SIAPA YANG HARUS HADIR?
Mereka yang memiliki Peran, Fungsi serta Tanggungjawab sebagai Pengambil Keputusan dalam Unit Bisnis dan Department menjadi Kunci dalam Pergerakan Perusahaan. Seperti Para Manager SDM, Kepala Bagian kepegawaian (Kabag), dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) atau pemimpin perusahaan sekalipun.

DURASI
2 hari Pelatihan @ 7 Jam

Workshop akan diadakan pada :
Tanggal:
19 – 20 Juli 2022
13 – 14 September2022
02 – 03 Nopember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.

Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com

Evaluasi Jabatan dan Merancang Struktur & Skala Upah (SSU)

Organisasi kadang merasa sulit untuk menentukan besaran imbalan/kompensasi yang harus diterima oleh pegawainya berdasarkan prinsip keadilan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya yang sistematis dan objektif agar kompensasi/imbalan memenuhi prinsip keadilan bagi pegawai yaitu dengan melakukan evaluasi jabatan (job evaluation).
Evaluasi Jabatan merupakan bagian dari proses manajemen sumber daya manusia yang digunakan untuk membobot suatu jabatan untuk menghasilkan nilai jabatan (Job Value) dan kelas jabatan (Job Class) dengan menggunakan tolak ukur/kriteria yang telah ditetapkan.
Tujuan Evaluasi Jabatan adalah Untuk menentukan besaran kompensasi yang adil dan layak bagi pegawai sesuai dengan beban dan tanggungjawab pekerjaan.
Manfaat Evaluasi Jabatan yaitu
1. Dasar yang logis dalam pemberian imbalan/kompensasi bagi pegawai
2. Sebagai bentuk pengawasan dalam pemberian kompensasi/imbalan bagi pegawai
3. Untuk menyusun tingkat jabatan sesuai dengan klasifikasinya
4. Sebagai dasar orgaisasi dalam melakukan perpindahan/rotasi pegawai
Manfaat utama dari evaluasi jabatan adalah adanya sistem kompensasi yang baik dan berkeadilan. Sistim kompensasi adalah salah satu hal yang penting diperusahaan. Sistim yang baik adalah yang workable serta dapat berfungsi secara adil bagi seluruh karyawan, dan sedapat mungkin tingkat penggajian perusahaan competitive dalam industri sejenis. Adanya tingkat penggajian yang baik akan memudahkan mencapai HRD objectives yaitu ”to attract, to motivate and to retain” karyawan.
Di samping itu , ketentuan tentang SSU (Struktur & Skala Upah) yang tercantum dalam Pasal 92 dari UU 13/2003 telah cukup jelas diuraikan dalam Kepmen 49/2004 tentang Struktur dan Skala Upah. Karena kurang informasi dan tidak di-follow up, maka banyak perusahaan yang belum mau melaksanakannya. Umumnya sistim SSU ini hanya digunakan oleh para praktisi yang bekerja diperusahaan asing saja, karena sudah merupakan salah satu corporate policy-nya.
Karena belum diwajibkan, maka keluarlah PP 78/2015 yang mewajibkan semua perusahaan untuk melaksanakan sebagaimana tercantum pada Pasal 14 dari PP 78/2015 itu. Pada bulan Januari 2017 lalu KEMENAKER kemudian menerbitkan PERMEN 1/2017 dengan panduan lengkap mengenai teknik merancang SSU yang tidak jauh berbeda dengan KEPMEN 49/2004.
Management akan sangat berkepentingan untuk comply dengan peraturan yang ada mengenai SSU ini. HRD sebagai strategic partner dari Management dituntut untuk segera merancang SSU dan melaksanakannya sesuai dengan kondisi perusahaan.
SSU merupakan suatu alat dan teknik untuk pelaksanaan sistim remunerasi yang baik, yang mendukung terciptanya sistim remunerasi yang effective dan efficient untuk pengembangan dan pemberdayaan karyawan. Management memerlukan masukan yang tepat dari HRD agar sistim kompensasi kepada para karyawan dapat di-kelola dengan baik, ada kejelasan dalam tingkat penggajian, lebih terbuka, mudah di-manage, effective, tidak menimbulkan kekecewaan karyawan, menciptakan ketenangan kerja, menghindari kecemburuan, pilih kasih dan diskriminasi.
Workshop 2 hari ini akan membantu para peserta yang idealnya terdiri dari para Executive yang ikut menentukan kebijakan sistim penjenjangan kepangkatan dan jabatan diperusahaan dan para Staff Remunerasi yang melaksanakan payroll administration. Dalam membuat Job Grading dan SSU ini diperlukan beberapa teknik agar sinkron dengan leveling, grading, job description, bench marked positions dan salary scale. Training ini tidak akan effective apabila diberikan secara teoritis saja tanpa praktek langsung menggunakan rumus-rumus Excel.
Peserta akan dibimbing untuk mampu mengerjakan sendiri Job Grading, Struktur Penggajian dan beberapa materi yang terkait dengan remunerasi. Dengan sistim yang baik, dimana ada kejelasan mengenai ”level, grade dan step” akan dapat menjawab pertanyaan berapa gaji seorang karyawan secara ”teoritis” berdasarkan masa kerjanya. Penentuan gaji kepada calon karyawan juga akan lebih tepat tanpa harus menanyakan berapa expected atau present salary-nya. Juga akan diketahui dimana posisi gaji seseorang dalam skala gaji yang berlaku untuk golongannya. Semuanya akan sangat penting artinya dalam melaksanakan administrasi remunerasi diperusahaan.

TUJUAN DAN MATERI TRAINING
Setelah mengikuti peltihan ini peserta diharapkan;
• Staff HRD yang mengerjakan Payroll dan administrasi penggajian.
• Para Supervisor dan Manager yang memerlukan pengertian bagaimana gaji di-design dan bisa memahami bagaimana menentukan tingkat penggajian bagi karyawan.
• Para Executive yang punya tanggung jawab menentukan kebijakan Remuneration System.
• Para Internal Auditor yang memerlukan pengetahuan mengenai Remuneration Policy.

TARGET PESERTA
Para Praktisi HRD, General Affair, Corporate Legal maupun peminat bidang tenaga kerja asing

MATERI PELATIHAN
1. Peraturan perundang-undangan yang terkait
2. Review atas Job Analysis, Job Description.
3. Beberapa metode Evaluasi Jabatan
4. Tahapan dalam menyusun beberapa metode Evaluasi Jabatan
a. Metode ranking sederhana
b. Metode 2 titik
c. Metode point factor untuk perusahaan yang sudah beroperasi
d. Metode point factor untuk perusahaan yang baru beroperasi
5. Praktek / Latihan Menyusun Evaluasi Jabatan :
a. Metode non analitis
b. Metode analitis – point factor / value
6. Job Grading : Job Level, Job Classification, Grade, Step dan Range atau Spread.
7. Kaitan antara sistem kompensasi dengan Performance Management dan KPI .
8. Konsep dasar Penyusunan kebijakan paket remunerasi
9. Hal – hal yang perlu dipertimbangkan :
a. Peraturan perundang-undangan pemerintah
b. PP / PKB perusahaan
c. Ketersediaan anggaran perusahaan
d. Internal equity (keadilan internal)
e. Upah / tunjangan / fasilitas dan kaitannya dengan peningkatan produktivitas karyawan

DURASI :
2 hari ( 09.00 – 16.00)
Workshop akan diadakan pada :
Tanggal:
13 – 14 Juni 2022
15 – 16 Agustus 2022
11 – 12 Oktober 2022
21 – 22 Desember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.
Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com

HR for Non HR Leader

“Every manager ia HR manager – every supervisor is HR supervisor”

Pernah mendengar istilah tersebut ? . Ya. Dalam manajemen modern, istilah tersebut bukanlah hal yang asing. Mengapa ? Karena meskipun sebuah perusahaan telah memiliki divisi / departemen HR / SDM , pada hakekatnya setiap karyawan mendapatkan tugas dan bertanggung jawab kepada atasan langsungnya masing-masing . Dalam keseharian, tentunya atasan masing-masing yang paling mengetahui dan mengenal perilaku dan kinerja karyawannya.

Jadi pengeloaan sumber daya manusia teramat penting untuk hanya dikuasai oleh bagian HR saja, setiap supervisor / manajer / general manager wajib memahaminya karena sesungguhnya managerlah yang paling tahu tentang anggota tim nya.

Kita tentunya mengihndari adanya perbedaan persepsi atau disharmonisasi hubungan kerja antara para manajer lini dengan manajer atau pengelola HRD. Masing-masing pihak seringkali memiliki harapan dan pandangan yang berbeda mengenai peran masing-masing di dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia. Sebagai contoh yang paling sederhana saja misalnya adalah: manajer lini berpendapat bahwa adalah tugas HR departemen yang seharusnya menyusun uraian pekerjaan atau job description dan spesifikasi / kriteria calon karyawan atau job specification, bagi seluruh karyawan; sementara manajer HR berpendapat bahwa salah satu tugas manajer atau atasan langsung karyawan, di samping tugas bisnisnya, adalah menulis uraian pekerjaan karyawannya karena mereka yang paling tahu apa yang harus dikerjakan pada karyawan mereka. Perbedaan pendapat ini tidak perlu terjadi seandainya manajer lini memiliki pengertian mengenai bagaimana pentingnya mereka bersedia bekerjasama dalam menerapkan sistem-sistem HRD yang telah disiapkan para pengelola HR departemen .
Training “HR for non HR Leader “ hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam manajemen modern, tanggung jawab mengelola manusia bukan hanya tanggung jawab Bagian HR, melainkan juga tanggung jawab masing-masing bagian. Mulai dari merekrut, mengembangkan dengan coaching dan training , appraisal, sampai dengan menghadapi permasalahan karyawan , semua proses tersebut melibatkan atasan pada masing-masing .

Dalam pelatihan ini, supervisor / manajer lini akan diberikan pembekalan mengenai apa saja aktivitas di dalam HR manajemen yang memerlukan peran dan keterlibatan mereka , agar dapat mengelola sumber daya manusia yang ada di bawah kepemimpinan mereka dengan lebih baik, yang dapat menentukan keberhasilan organisasi.

MANFAAT PELATIHAN
1. Supervisor / Manager lini memahami perannya sebagai atasan langsung yang bertanggung jawab terhadap perilaku , pengembangan dan kinerja karyawannya
2. Supervisor / Manager lini memahami adanya pembagian tugas dengan HR Manager / Supervisor terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia
3. Menumbuhkan budaya untuk saling menghargai peran dan fungsinya masing-masing dalam menunjang peningkatan kinerja perusahaan
4. Pimpinan perusahaan / top manajemen akan terbantu dengan dua hal tersebut di atas , sehingga bisa lebih fokus terhadap pengelolaan strategi bisnis perusahaan.

MATERI PELATIHAN
1. Perubahan lingkungan bisnis dan dampaknya pada tuntutan Sumber Daya Manusia dan peran Supervisor / Manajer Lini dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia
2. Pengertian dan proses perencanaan tenaga kerja (SDM); peran Supervisor / Manajer Lini dalam perencanaan (SDM); keterkaitan perencanaan SDM dengan uraian pekerjaan; manfaat uraian pekerjaan bagi Manajer Lini, dan peran Manajer Lini dalam uraian pekerjaan
3. Pengertian Rekrutmen dan Seleksi, dan peran atasan langsung dalam pemenuhan kebutuhan SDM dari luar (rekrutmen & seleksi) serta dari dalam (Promotion from Within)
4. Model proses pelatihan, berbagai metode pelatihan & pengembangan, dan peran Manajer Lini dalam sistem pelatihan & pengembangan karyawan
5. Siklus Manajemen Kinerja dan Kompensasi, serta peran Manajer Lini dalam sistem penilaian kinerja
6. Prinsip-prinsip dasar dalam Hubungan Industrial agar Manajer Lini sedapat mungkin menghindarkan karyawan dari potensi konflik hubungan industrial

DURASI :
2 hari ( 09.00 – 16.00)

Workshop akan diadakan pada :
Tanggal:
26 – 27 Juli 2022
20 – 21 September2022
10 – 11 Nopember 2022

Tempat : Hotel Amaris/ Ibis/ Pop.

Waktu : 09.00 – 16.00
Fasilitas : Sertifikat, Lunch dan 2x Snack

INVESTMENT
Hanya Rp.3.800.000 per orang atau;
Rp. 10.500.000,- untuk 3 peserta dari perusahaan yang sama.

METODE PELATIHAN
1. Pemaparan materi menggunakan modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

FASILITATOR
Team Trainer Bale yang telah bepengalaman sebagai Praktisi HR lebih dari 20 tahun.

INFORMATION & REGISTRATION
Saleh Sanad P: 0813 1161 2406;

PT Bale Services Training.
Bekasi Barat
T: (021) 89537045
Email : marketing@baletraining.com; baletraining@gmail.com;
Website : www.baletraining.com